- Standar Kompetensi :
Menganalisis sistem politik di Indonesia.
- Kompetensi Dasar :
1. Mendiskripsikan supratruktur dan infrastruktur politik
di Indonesia.
2. Mendiskripsikan perbedaan sistem politik di berbagai Negara.
3. Menampilkan peran serta dalam sistem politik di
Indonesia.
- Indikator :
1.
Menjelaskan
struktur politik suprastruktur dan infrastruktur.
2.
Mendiskripsikan
pengertian sistem politik menurut beberapa tokoh.
3.
Mendiskripsikan
macam-macam sistem politik di Indonesia.
4.
Mengidentifikasikan
aspek-aspek demokrasi Pancasila.
- · Tujuan :
1. Siswa
dapat menjelaskan suprastruktur dan infrastruktur politik di Indonesia.
2. Siswa
dapat menjelaskan perbedaan system politik di berbagai Negara.
3. Siswa
dapat menyebutkan macam-macam system politik di Indoensia.
4. Siswa
dapat menjelaskan aspek-aspek dempkrasi Pancasila.
Pengertian bahan ajar (instructional materials) adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.
Bahan cetak seperti buku,modul ,lembar kerja siswa,model atau
maket. Bahna ajar visual seperti video, gambar atau foto. Bahan ajar dengar
seperti kaset,dan piring hitam.
Pengembangan Bahan Ajar Non-Cetak menjadi hal yang sangat penting berkaitan dengan
upaya membantu peserta didik meraih kompetensinya dengan lebih cepat.
Berdasarkan
peran teknologi yang digunakan, Bahan Ajar Non-Cetak dikelompokkan ke dalam
beberapa kategori, antara lain :
a.
Technology based learning Material (Bahan Ajar berbasis Teknologi) yang
meliputi Bahan ajar dengar atau Audio Information Technologies (radio, audio
tape/kaset, piringan hitam, Audio Compact Disc, voice mail telephone, dan
sebagainya) dan Bahan ajar pandang dengar atau Video Information Technologies
(video tape, video text, video compact disc, film, dan sebagainya).
b.
Computer assisted learning (CAL)
material yaitu bahan ajar yang menggunakan komputer sebagai alat bantu,
misalnya penggunaan komputer dalam menyampaikan Media Pembelajaran Presentasi
(Presentation Slide), penggunaan komputer dalam mengelola laboratorium bahasa,
dan sebagainya
c.
Computer based learning (CBL) material yaitu bahan ajar yang sepenuhnya
menggunakan komputer secara terintegrasi, misalnya Bahan ajar interaktif
(interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction),
compac disk (CD) multimedia, software pembelajaran interaktif, dan sebagainya.
d.
Information and Communication Technology (ICT) based learning material, atau
lebih dikenal dengan Bahan Ajar berbasis TIK/ICT, yaitu bahan ajar yang
memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan telah mengacu pada
Technology e-learning dan Data Information Technologies. Contoh : Internet
based tutorial, distance learning, e-library, bulletin board, e-book, jurnal
online, online module dan sebagainya).
Bahan ajar harus sesuai kurikulum , apabila bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan
kurikulum tidak ada ataupun sulit diperoleh, maka membuat bahan belajar sendiri
adalah suatu keputusan yang bijak. Untuk mengembangkan bahan ajar, referensi
dapat diperoleh dari berbagai sumber baik itu berupa pengalaman ataupun
pengetahauan sendiri, ataupun penggalian informasi dari narasumber baik orang
ahli ataupun teman sejawat. Demikian pula referensi dapat kita peroleh dari
buku-buku, media masa, internet, dll. Namun demikian, kalaupun bahan yang
sesuai dengan kurikulum cukup melimpah bukan berarti kita tidak perlu
mengembangkan bahan sendiri. Bagi siswa, seringkali bahan yang terlalu banyak
membuat mereka bingung, untuk itu maka guru perlu membuat bahan ajar untuk
menjadi pedoman bagi siswa.
Bahan ajar sesuai SK, KD, SK dan KD merupakan pondasi untuk mengembangkan
bahan ajar atau materi ajar. SK dan KD merupakan batasan bahan ajar yang
dijadikan sebagai bahan kajian bagi siswa belajar. SK dan KD yang sifatnya
masih umum harus dikembangkan menjadi bahan ajar yang sesuai dengan indicator
yang sudah kita tentukan. Hal ini dilakukan melalui tahapan pemetaan, analisis
SK dan KD, pembuatan silabus dan RPP.
Pengertian Kurikulum
Kurikulum
merupakan seperangkat/sistem rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman untuk menggunakan aktivitas
belajar mengajar.
sistem
diatas dipergunakan melihat kurikulum itu ada sejumlah komponen yang terkait
dan berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan. Dengan demikian,
dipandang sistem terhadapa kurikulum, artinya kurikulum itu dipandang memiliki
sejumlah komponen-komponen yang saling berhubungan, sebagai kesatuan yang bulat
untuk mencapai tujuan.
Fungsi
Kurikulum
Pada
dasarnya kurikulum itu berfungsi sebagai pedoman atau acuan. Bagi guru, kurikulum itu berfungsi
sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bagi sekolah atau pengawas, berfungsi sebagai pedoman dalam
melaksanakan supervisi atau pengawasan. Bagi
siswa itu sendiri, kurikulum berfungsi sebagai suatu pedoman belajar.
Manfaat kurikulum bagi guru
Kurikulum
sebagai pedoman bagi guru dalam merancang, malaksanakan, dan menilai
kegiatan pembelajaran.
a.
Membantu guru untuk memperbaiki situasi belajar.
b.
Membantu guru menunjang situasi belajar
ke arah yang lebih baik.
c.
Membantu guru dalam mengadakan evaluasi kemajuan kegiatan belajar mengajar.
d.
Memberikan pengertian dan pemahaman yang baik bagi guru untuk menjalankan tugas
sebagai pengajar yang baik di kelas.
e.
Mendorong guru untuk lebih kreatif dalam penyelenggaraan program pendidikan.
Manfaat kurikulum bagi sekolah
Kurikulum
dijadikan sebagai alat untuk mencapai suatu tujuanpendidikan, baik itu dalam
tujuan nasional, institusional, kurikuler, maupun dalam tujuan instruksional.
Dengan adanya suatu kurikulum maka tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan
oleh sekolah tertentu dapat tercapai.
Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam
penyelenggaraan pendidikan (KTSP).
Memberi
peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan
kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan (KTSP).
Manfaat kurikulum bagi Siswa itu sendiri
Keberadaan
kurikulum sebagai organisasi belajar tersusun merupakan suatu persiapan
bagi anak didik. Anak didik diharapkan mendapatkan sejumlah pengalaman baru
yang dikemudian hari dapat dikembangkan seirama dengan perkembangan anak, agar
dapat memenuhi bekal hidupnya nanti. Kalau kita kaitkan dengan pendidikan
Islam, pendidikan mestinya diorientasikan kepada kepentingan peserta didik, dan
perlu diberi bekal pengetahuan untuk hidup pada zamannya kelak.
Standar Kompetensi (SK), merupakan ukuran kemampuan minimal yang mencakup
pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dicapai, diketahui, dan mahir
dilakukan oleh peserta didik pada setiap tingkatan dari suatu materi yang
diajarkan.
Kompetensi Dasar (KD), merupakan penjabaran SK peserta didik yang cakupan
materinya lebih sempit dibanding dengan SK peserta didik.
Indikator dalam KTSP merupakan penjabaran dari komponen dasar yang
menunjukkan tanda-tanda, perbuatan dan atau respon yang dilakukan atau
ditampilkan oleh peserta didik, indikator dirumuskan atau ditampilkan oleh
peserta didik. indikator dirumuskan sesuai dengan karakteristik satuan
pendidikan, potensi daerah dan peserta didik dan dirumuskan dalam kata kerja
opersaional yang terukur dan atau dapat diobservasi.indikator digunakan sebagai
dasar dalam penilaian.
Blog adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai
tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai psoting) pada sebuah halaman web umum.
Tulisan-tulisan ini sering kali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu
baru kemudian diikuti isi yang lebih lama) meskipun tidak selamanya demikian,
situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet
sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
Manfaat blog
1.
Menambah ilmu
2.
Menjadi seorang researcher (peneliti)
3.
Menjadi penulis yang lebih baik
4.
Menjadi terkenal
5.
Membantu orang lain
MANFAAT BLOG BAGI GURU, DOSEN,
PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN
1.
Menuliskan apapun tentang kegiatan di sekolah.
2.
Bisa menjadi cermin evaluasi diri karena tulisan-tulisan kita juga dikomentari
oleh berbagai orang dengan berbagai sudut pandang.
3.
Menguji kualitas tulisan-tulisan.
4.
Bisa menjadi ajang sosialisasi dan menyusun kekuatan opini apalagi dengan
teknologi sindikasi berita, link dan mesin pencari sekarang.


