Kamis, 11 April 2013

KAJIAN BAHAN AJAR




 
  •  Standar Kompetensi     :
Menganalisis sistem politik di Indonesia.
  •  Kompetensi Dasar        :
1. Mendiskripsikan supratruktur dan infrastruktur politik di Indonesia.
2. Mendiskripsikan perbedaan sistem politik di berbagai Negara.
3. Menampilkan peran serta dalam sistem politik di Indonesia.
  •  Indikator                      :
1.    Menjelaskan struktur politik suprastruktur dan infrastruktur.
2.    Mendiskripsikan pengertian sistem politik menurut beberapa tokoh.
3.    Mendiskripsikan macam-macam sistem politik di Indonesia.
4.    Mengidentifikasikan aspek-aspek demokrasi Pancasila.
  • ·        Tujuan                          :
1.    Siswa dapat menjelaskan suprastruktur dan infrastruktur politik di Indonesia.
2.    Siswa dapat menjelaskan perbedaan system politik di berbagai Negara.
3.    Siswa dapat menyebutkan macam-macam system politik di Indoensia.
4.    Siswa dapat menjelaskan aspek-aspek dempkrasi Pancasila.




Pengertian bahan ajar (instructional materials) adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.
Bahan  cetak seperti buku,modul ,lembar kerja siswa,model atau maket. Bahna ajar visual seperti video, gambar atau foto. Bahan ajar dengar seperti kaset,dan piring hitam.
Pengembangan Bahan Ajar Non-Cetak menjadi hal yang sangat penting berkaitan dengan upaya membantu peserta didik meraih kompetensinya dengan lebih cepat.
Berdasarkan peran teknologi yang digunakan, Bahan Ajar Non-Cetak dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, antara lain :
a. Technology based learning Material (Bahan Ajar berbasis Teknologi) yang meliputi Bahan ajar dengar atau Audio Information Technologies (radio, audio tape/kaset, piringan hitam, Audio Compact Disc, voice mail telephone, dan sebagainya) dan Bahan ajar pandang dengar atau Video Information Technologies (video tape, video text, video compact disc, film, dan sebagainya).
b. Computer assisted learning (CAL) material yaitu bahan ajar yang menggunakan komputer sebagai alat bantu, misalnya penggunaan komputer dalam menyampaikan Media Pembelajaran Presentasi (Presentation Slide), penggunaan komputer dalam mengelola laboratorium bahasa, dan sebagainya
c. Computer based learning (CBL) material yaitu bahan ajar yang sepenuhnya menggunakan komputer secara terintegrasi, misalnya Bahan ajar interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compac disk (CD) multimedia, software pembelajaran interaktif, dan sebagainya.
d. Information and Communication Technology (ICT) based learning material, atau lebih dikenal dengan Bahan Ajar berbasis TIK/ICT, yaitu bahan ajar yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan telah mengacu pada Technology e-learning dan Data Information Technologies. Contoh : Internet based tutorial, distance learning, e-library, bulletin board, e-book, jurnal online, online module dan sebagainya).
Bahan ajar harus sesuai kurikulum , apabila bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum tidak ada ataupun sulit diperoleh, maka membuat bahan belajar sendiri adalah suatu keputusan yang bijak. Untuk mengembangkan bahan ajar, referensi dapat diperoleh dari berbagai sumber baik itu berupa pengalaman ataupun pengetahauan sendiri, ataupun penggalian informasi dari narasumber baik orang ahli ataupun teman sejawat. Demikian pula referensi dapat kita peroleh dari buku-buku, media masa, internet, dll. Namun demikian, kalaupun bahan yang sesuai dengan kurikulum cukup melimpah bukan berarti kita tidak perlu mengembangkan bahan sendiri. Bagi siswa, seringkali bahan yang terlalu banyak membuat mereka bingung, untuk itu maka guru perlu membuat bahan ajar untuk menjadi pedoman bagi siswa.
Bahan ajar sesuai SK, KD, SK dan KD merupakan pondasi untuk mengembangkan bahan ajar atau materi ajar. SK dan KD merupakan batasan bahan ajar yang dijadikan sebagai bahan kajian bagi siswa belajar. SK dan KD yang sifatnya masih umum harus dikembangkan menjadi bahan ajar yang sesuai dengan indicator yang sudah kita tentukan. Hal ini dilakukan melalui tahapan pemetaan, analisis SK dan KD, pembuatan silabus dan RPP.
 Pengertian Kurikulum
Kurikulum merupakan seperangkat/sistem rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman untuk menggunakan aktivitas belajar mengajar.
sistem diatas dipergunakan melihat kurikulum itu ada sejumlah komponen yang terkait dan berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, dipandang sistem terhadapa kurikulum, artinya kurikulum itu dipandang memiliki sejumlah komponen-komponen yang saling berhubungan, sebagai kesatuan yang bulat untuk mencapai tujuan.
 Fungsi Kurikulum
Pada dasarnya kurikulum itu berfungsi sebagai pedoman atau acuan. Bagi guru, kurikulum itu berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bagi sekolah atau pengawas, berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi atau pengawasan. Bagi siswa itu sendiri, kurikulum berfungsi sebagai suatu pedoman belajar.
Manfaat kurikulum bagi guru
Kurikulum sebagai pedoman bagi guru dalam merancang, malaksanakan, dan menilai    kegiatan pembelajaran.
a.   Membantu guru untuk memperbaiki situasi belajar.
b.  Membantu guru menunjang situasi belajar ke arah yang lebih baik.
c. Membantu guru dalam mengadakan evaluasi kemajuan kegiatan belajar mengajar.
d. Memberikan pengertian dan pemahaman yang baik bagi guru untuk menjalankan tugas sebagai pengajar yang baik di kelas.
e.  Mendorong guru untuk lebih kreatif dalam penyelenggaraan program pendidikan.
Manfaat kurikulum bagi sekolah
 Kurikulum dijadikan sebagai alat untuk mencapai suatu tujuanpendidikan, baik itu dalam tujuan nasional, institusional, kurikuler, maupun dalam tujuan instruksional. Dengan adanya suatu kurikulum maka tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan oleh sekolah tertentu dapat tercapai.
 Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan (KTSP).
Memberi peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan (KTSP).
 Manfaat kurikulum bagi Siswa itu sendiri
Keberadaan kurikulum sebagai organisasi belajar  tersusun merupakan suatu persiapan bagi anak didik. Anak didik diharapkan mendapatkan sejumlah pengalaman baru yang dikemudian hari dapat dikembangkan seirama dengan perkembangan anak, agar dapat memenuhi bekal hidupnya nanti. Kalau kita kaitkan dengan pendidikan Islam, pendidikan mestinya diorientasikan kepada kepentingan peserta didik, dan perlu diberi bekal  pengetahuan untuk hidup pada zamannya kelak.
Standar Kompetensi (SK), merupakan ukuran kemampuan minimal yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dicapai, diketahui, dan mahir dilakukan oleh peserta didik pada setiap tingkatan dari suatu materi yang diajarkan.
Kompetensi Dasar (KD), merupakan penjabaran SK peserta didik yang cakupan materinya lebih sempit dibanding dengan SK peserta didik.
Indikator dalam KTSP merupakan penjabaran dari komponen dasar yang menunjukkan tanda-tanda, perbuatan dan atau respon yang dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik, indikator dirumuskan atau ditampilkan oleh peserta didik. indikator dirumuskan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik dan dirumuskan dalam kata kerja opersaional yang terukur dan atau dapat diobservasi.indikator digunakan sebagai dasar dalam penilaian.
Blog adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai psoting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini sering kali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama) meskipun tidak selamanya demikian, situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
Manfaat blog
1. Menambah ilmu
2. Menjadi seorang researcher (peneliti)
3. Menjadi penulis yang lebih baik
4. Menjadi terkenal
5. Membantu orang lain
MANFAAT BLOG BAGI GURU, DOSEN, PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN
1. Menuliskan apapun tentang kegiatan di sekolah.
2. Bisa menjadi cermin evaluasi diri karena tulisan-tulisan kita juga dikomentari oleh berbagai orang dengan berbagai sudut pandang.
3. Menguji kualitas tulisan-tulisan.
4. Bisa menjadi ajang sosialisasi dan menyusun kekuatan opini apalagi dengan teknologi sindikasi berita, link dan mesin pencari sekarang.